Jakarta, 29 September 2026 — Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Penyehatan Lingkungan” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta pada 29 September 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
 

Mengusung tema “Posyantek Bergerak, Lingkungan Sehat, Masyarakat Berdaya”, kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan peran Posyantek di tingkat kelurahan dalam mendiseminasikan teknologi tepat guna di bidang penyehatan lingkungan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sanitasi dan kebersihan secara mandiri dan berkelanjutan.
 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia T.L.H., M.Epid. Dalam sambutannya, Dwi Oktavia menyampaikan bahwa lingkungan sehat tidak dapat diwujudkan hanya melalui intervensi pemerintah. Masyarakat perlu memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan untuk mengenali persoalan di lingkungannya serta bersama-sama mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
 

Ia juga mendorong agar Posyantek tidak hanya berperan secara administratif, tetapi turut menjadi penggerak inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi yang sederhana, aplikatif, mudah dikelola, dan berkelanjutan.
 

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Sumarwoto, S.Sos., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; Dr. Sri Wahyono, S.Si., M.Si., Peneliti Utama Bidang Pengelolaan Limbah Padat, BRIN; serta Endra S. Atmawidjaja, S.T., M.Sc., DEA, IPU, Ketua Umum IATPI. Ketiganya membahas peran kelembagaan Posyantek, inovasi teknologi tepat guna, serta penerapan penyehatan lingkungan di tingkat masyarakat.
 

Dalam paparannya, Sumarwoto menjelaskan bahwa teknologi tepat guna tidak terbatas pada bentuk alat, tetapi dapat berupa proses, mekanisme, maupun metode. Karena itu, Posyantek memiliki peran yang lebih luas, mulai dari mengidentifikasi persoalan lokal, mencari alternatif solusi, melakukan uji coba, hingga menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian dan sumber daya.
 

Selanjutnya, Dr. Sri Wahyono membahas pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah. Ia menyoroti bahwa pemilahan sampah dari sumber merupakan kunci utama dalam pengelolaan sampah. Setelah dipilah, sampah dapat dikelola melalui berbagai pilihan teknologi sesuai karakteristik dan skala pengolahannya, baik pada tingkat rumah tangga maupun kawasan.
 

Dalam paparannya, Ketua Umum IATPI Endra S. Atmawidjaja menyampaikan materi “Menghubungkan Kebutuhan Wilayah, Teknologi, dan Masyarakat dalam Penyehatan Lingkungan.” 
 

Endra mencontohkan pengembangan berbagai kawasan di tingkat kelurahan, seperti kampung wisata, kampung kuliner, kampung budaya, maupun kampung hijau. Menurutnya, pengembangan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat, tetapi perlu disertai pengelolaan lingkungan yang memadai, termasuk kebersihan, toilet, drainase, limbah, sampah, dan air bersih. 
 

Endra juga mendorong pemanfaatan ruang publik dan ruang terbuka sebagai bagian dari upaya penyehatan lingkungan, termasuk penerapan biopori untuk mendukung resapan air. Menurutnya, berbagai inovasi yang dilakukan masyarakat di tingkat RT/RW, kelurahan, dan kecamatan dapat memberikan dampak yang lebih besar apabila dikembangkan secara lebih luas. 
 

Melalui kegiatan ini, IATPI terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal dalam menjawab persoalan penyehatan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, Posyantek, masyarakat, lembaga riset, dunia pendidikan, dunia usaha, dan organisasi profesi menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi teknologi tepat guna dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

 

Share this post on: