IATPI Pusat berkolaborasi dengan IATPI Cabang Jawa Tengah menyelenggarakan Webinar Series Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada 27 Juni 2026 dengan tema “Dari Sumber hingga Keran: Peluang Meningkatkan Cakupan Layanan Air Minum di Indonesia.”
Ketua Umum IATPI Endra S. Atmawidjaja dalam sambutannya menyoroti bahwa cakupan layanan air minum aman di Indonesia masih berada di kisaran 20%, sementara tingkat Non-Revenue Water (NRW) masih mencapai sekitar 33%. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan dalam pemerataan akses air minum yang aman dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua IATPI Cabang Jawa Tengah, Anom Guritno, menilai tingginya angka NRW dan rendahnya cakupan layanan sebagai kondisi yang memprihatinkan. Tantangan ini juga membuka peluang bagi para profesional teknik lingkungan untuk berkontribusi lebih luas melalui inovasi dan penguatan kapasitas di sektor air minum.
Pembahasan kemudian diperdalam oleh Tamin Mangkupraja Zakaria Amin, praktisi sekaligus dosen Binus University, yang menjelaskan bahwa peningkatan kinerja PDAM dapat ditempuh melalui tiga pendekatan manajerial, yakni pendekatan kemampuan dinamis, kewirausahaan strategis yang selaras dengan kemampuan dinamis, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Narasumber kedua, Bagus Tri Buko Nugroho (praktisi), membahas strategi pengendalian kehilangan air melalui pendekatan District Metered Area (DMA). Ia juga menekankan bahwa NRW bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga persoalan finansial yang berdampak langsung pada kinerja utilitas air.
Webinar ini menjadi bagian dari komitmen IATPI dalam mendorong peningkatan kapasitas SDM dan penguatan tata kelola sektor air minum di Indonesia.
