Seminar Nasional KAGAMA HSE 2026 diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Health, Safety, and Environmental (KAGAMA HSE) pada 4–5 Juni 2026 secara luring di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM dan daring melalui zoom meeting.

 

Mengusung tema "Bridging Science Policy and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors", seminar ini digelar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus menjadi forum penguatan wawasan dan strategi dalam menghadapi perubahan iklim serta ancaman bencana di sektor industri.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kemas Adrian, S.T., dari Divisi Industri dan HSE IATPI, menjadi salah satu pembicara dengan materi bertajuk “Resilience Engineering: Pencegahan dan Mitigasi Bencana Lingkungan Menggunakan Analisa Spasial.”

 

Kemas menjelaskan bahwa resilience engineering merupakan pendekatan untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam beradaptasi terhadap risiko dan gangguan. Menurutnya, persoalan lingkungan dan kebencanaan tidak cukup hanya dipandang sebagai masalah, tetapi perlu menjadi dorongan untuk memperkuat kapasitas, kesiapsiagaan, dan efektivitas kegiatan industri.

 

Ia juga menekankan pentingnya analisis spasial dalam mendukung pengambilan keputusan. Pemahaman spasial yang baik dapat membantu mencegah keputusan bisnis yang keliru serta mengurangi potensi kerugian bagi investor, pemerintah, dan masyarakat.

Share this post on: