IATPI melanjutkan Pelatihan Online Seri Persampahan Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) melalui sesi kedua yang digelar secara daring pada Sabtu, 23 Mei 2026.

 

Sesi ini menjadi kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang membahas pengantar kebijakan persampahan, peran strategis RIPS, data dasar, gap analysis, serta sinkronisasi aspek tata kelola dan aspek teknis dalam sistem pengelolaan sampah.

 

Pelatihan kembali menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang persampahan, kebijakan, tata kelola, dan pembiayaan publik, yaitu Mochamad Satya Oktamalandi dari Indonesia Solid Waste Association (InSWA), Christiana Yuni Kusmiati selaku SWM Policy and Governance Advisor, serta Amrizal Amir selaku Public Finance Advisor.

 

Pada sesi kedua, peserta memperdalam materi mengenai penyusunan skenario, sinkronisasi aspek fisik dan tata kelola dalam RIPS, pengembangan skenario terpilih ke dalam dokumen RIPS lengkap, pentahapan implementasi, serta pemasaran RIPS sebagai strategi komunikasi dan advokasi kepada berbagai pemangku kepentingan. 

 

RIPS yang baik perlu memenuhi lima indikator utama, yaitu dapat dipahami oleh pemangku kepentingan, terintegrasi dalam sistem perencanaan daerah, dapat dibiayai, dapat dijalankan, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

 

Ketua Umum IATPI, Endra S. Atmawidjaja, dalam penutupan kegiatan menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan. Ia menegaskan bahwa RIPS bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan bagian awal dari tata kelola persampahan yang lebih baik.
Endra juga berharap RIPS menjadi living document yang dapat diperbarui sesuai ketersediaan data dan kebutuhan daerah. 

 

Melalui pelatihan ini, IATPI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM persampahan dalam menyusun RIPS yang realistis, terukur, dan dapat diimplementasikan bagi pengelolaan sampah di Indonesia.

Share this post on: