IATPI menyelenggarakan hari pertama Pelatihan Online Seri Persampahan Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung lancar dan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga praktisi di bidang persampahan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Umum IATPI, Endra S. Atmawidjaja. Dalam sambutannya, Endra menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan adanya komitmen kuat untuk memperkuat kapasitas profesi dan tata kelola persampahan di Indonesia.
“Ini menjadi bukti bahwa kita punya komitmen kuat dari berbagai unsur, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah,” ujar Endra.
Endra menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut tata kelola persampahan atau solid waste governance secara lebih luas. Persoalan sampah, lanjutnya, perlu dilihat sebagai isu multidimensi yang mencakup aspek kelembagaan, pembiayaan, koordinasi, kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi masyarakat.
“RIPS yang baik adalah RIPS yang bisa dikerjakan. Bukan hanya ideal dan lengkap, tetapi dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah, bisa diukur, serta memberikan dampak dan manfaat yang nyata,” jelasnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang persampahan, kebijakan, tata kelola, serta pembiayaan layanan publik, yaitu Mochamad Satya Oktamalandi dari Indonesia Solid Waste Association (InSWA), Christiana Yuni Kusmiati selaku SWM Policy and Governance Advisor, serta Amrizal Amir selaku Public Finance Advisor.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.
Melalui pelatihan ini, IATPI menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kompetensi SDM persampahan dalam menyusun RIPS yang aplikatif, terukur, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.
