IATPI bersama Sucofindo dan Waste4Change menggelar Training of Trainer (TOT) Persiapan Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Pengelolaan Sampah secara daring pada 15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi tiga lembaga dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor persampahan.

 

Ketua Umum IATPI Endra S. Atmawidjaja menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan daya tarik pariwisata. Ia menyebut, 343 dari 540 TPA di kabupaten/kota masih menerapkan sistem open dumping dan ditargetkan beralih ke pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

“ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari asosiasi profesi, akademisi dan praktisi,” ujarnya 

 

Endra menambahkan, melalui kerja sama ini pelatihan dan sertifikasi disiapkan untuk meningkatkan kapasitas operator di daerah. Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis dan metodologi, tetapi juga pendampingan agar pemerintah daerah mampu mengelola sampah secara profesional dan berkelanjutan. 

 

Mewakili manajemen Sucofindo, Bagus Junianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia menjelaskan berbagai program yang telah dikembangkan, mulai dari sertifikasi perencana pengelolaan sampah tingkat ahli muda hingga utama, ekonomi sirkular dan zero waste, daur ulang limbah industri, pengolahan organik, hingga skema 3R.

 

Ia juga mengungkapkan, kebutuhan tenaga kerja sektor persampahan ditargetkan mencapai 700 ribu orang pada 2045, sementara saat ini baru sekitar 250 ribu. Kesenjangan tersebut dinilai harus dijawab melalui peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi.

 

Dalam materi pembuka, M. Bijaksana Junerosano dari Waste4Change menyoroti tantangan tata kelola sebagai hambatan utama pengelolaan sampah. Ia menjelaskan tiga aspek krusial, yakni penegakan regulasi, kejelasan kemitraan antar pihak, serta reformasi pembiayaan yang adil dan berkelanjutan. Menurutnya ketiga hal tersebut memerlukan sumber daya manusia yang kompeten.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), diikuti sekitar 75 peserta dan menghadirkan narasumber Yuli Imawati (Balai Teknik Sanitasi Kementerian PU, Sigit Erstanto Budi Utomo (BPSDM Kementerian PU), serta NS Aji Martono (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para trainer sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas infrastruktur persampahan di Indonesia.

Share this post on: