Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknik Lingkungan IATPI menjalani penyaksian uji (witness) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Kantor Sekretariat IATPI, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2/2026).

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyaksian uji terhadap 29 skema baru LSP Teknik Lingkungan IATPI yang telah memperoleh lisensi dari BNSP.
Penyaksian uji merupakan tahapan akhir dari proses penyesuaian dan penambahan ruang lingkup LSP Teknik Lingkungan IATPI, di mana BNSP melakukan penilaian dan observasi secara langsung untuk memastikan keabsahan serta kesesuaian pelaksanaan uji kompetensi.

 

Proses witness tersebut juga menjadi sarana evaluasi bagi LSP TEknik Lingkungan IATPI, dimana BNSP memberikan arahan dan masukan sebagai acuan peningkatan mutu tata kelola serta kualitas pelaksanaan sertifikasi kompetensi.

 

Ketua Umum IATPI sekaligus Dewan Pengarah LSP Teknik Lingkungan IATPI, Endra S. Atmawidjaja, menegaskan pentingnya kesungguhan dan pemenuhan seluruh persyaratan sebagai bukti peningkatan kapasitas lembaga. Ia menyampaikan bahwa peningkatan skala, kompleksitas, dan jumlah skema sertifikasi harus diikuti dengan tata kelola administrasi yang tertib, akuntabel, dan didukung bukti yang memadai.
Endra juga menekankan bahwa kepercayaan BNSP merupakan cerminan kepercayaan negara terhadap LSP dalam menjalankan mandat penyediaan tenaga ahli bersertifikat. 

 

Selain itu, penguatan tata kelola LSP menjadi salah satu fokus utama ke depan. LSP Teknik Lingkungan IATPI diharapkan untuk semakin mandiri dalam pengelolaan sumber daya manusia, administrasi, dan kelembagaan, seiring dengan pengembangan dan perluasan skema sertifikasi. Upaya penambahan dan pemerataan asesor sesuai kebutuhan masing-masing skema juga menjadi bagian dari perencanaan penguatan kelembagaan.
Sejalan dengan hal tersebut, profesionalisme dan kesejahteraan asesor juga menjadi perhatian penting guna memastikan kinerja yang optimal

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan LSP Teknik Lingkungan IATPI dapat terus meningkatkan kualitas sertifikasi kompetensi serta memperkuat perannya dalam mendukung penyediaan tenaga ahli teknik lingkungan yang profesional dan berdaya saing.

Share this post on: